Pages

Rabu, 05 Oktober 2011

10 Binatang Air Paling Berbahaya di Dunia


Manusia boleh-boleh saja mengklaim diri sebagai makhluk terunggul di seluruh daratan muka bumi. Tapi bagaimana dengan kehidupan di bawah laut? Masihkah manusia bisa mengatasi dan terbebas dari bahaya? Kalau pun manusia bisa menaklukkannya, tetap saja manusia harus waspada karena bahaya selalu mengintai.

Berikut adalah daftar sebagian mahkluk bawah laut berbahaya versi Livescience yang kerap menjadi ancaman bagi makhluk air lain. Dan tentu saja, ancaman berbahaya bagi manusia.


1. Belut Laut
Gigitan kuat dari gigi tajam belut laut dapat mengakibatkan luka serius yang rentan terkena infeksi bakteri dari mulut hewan primitif ini. Belut ini kerap bersembunyi di celah-celah dan lubang karang pada siang hari dan berburu makanan di malam hari. Para ahli kelautan menyarankan penyelam untuk menjauhkan tangan dari celah atau lubang mencurigakan untuk menghindari serangan. Satu lagi, jangan pernah memberi makan hewan ini jika tidak mau diserang oleh kawanannya.

http://vibizlife.com/UserFiles/Image/breaking%20news/walrus1.jpghttp://digitalchocolate.org/images/11-29-04-morro-strand/ca1-sea-lion-morro-strand.jpg
2. Singa Laut
Singa laut dapat digolongkan sebagai binatang imut, mudah dilatih, dan banyak menjadi bintang di beberapa kebun binatang. Kendati begitu, hewan ini tak jarang pula menyerang manusia. Di California, AS, beberapa kasus serangan singa laut dilaporkan terjadi di pantai Manhattan, Newport, dan San Francisco pada 2006. Beberapa ilmuwan setempat mengatakan perilaku singa laut sulit diduga dan dapat tiba-tiba menjadi agresif.


http://wb8.itrademarket.com/pdimage/03/619403_img0013xc6.jpghttp://www.kbri-dakar.org/img_upload/Ikan_Pari.JPG
3. Ikan Pari
Nama hewan ini begitu banyak menyita perhatian dunia semenjak kematian tragis ahli biologi sekaligus pembawa acara "Crocodile Hunter" Steve Irwin pada 2006. Ekor ikan pari yang berbentuk seperti tombak dan mengandung banyak racun telah menusuk Steve dan membuatnya mengalami gagal jantung.


http://www.kagakribet.com/artikel/buaya.jpghttp://andyan.files.wordpress.com/2009/02/saltwater-croc1.jpg
4. Buaya Air Asin
Buaya air asin memiliki reputasi sebagai salah satu pemangsa paling ganas di dunia. Hewan yang dapat tumbuh hingga lebih dari enam meter dan berbobot 1.500 kilogram ini memiliki beragam mangsa, antara lain monyet, kanguru, banteng, ikan hiu, dan bahkan manusia. Dengan menggunakan kekuatan dahsyat, buaya air asin menggigit sambil memutar-mutar mangsanya di dalam air untuk melumpuhkan dan kemudian memakannya.


http://www.petshop-zoomania.com/Marine%20Tanks/Lion%20Fish%202.jpg
5. Ikan Singa
Menjadi ikan favorit penghuni aquarium, ikan singa terkenal dengan duri-durinya yang beracun. Walaupun tidak terlalu mematikan pada manusia, racunnya dapat mengakibatkan sakit kepala, muntah-muntah, dan gangguan pernafasan. Menurut beberapa laporan, gejala tersebut berlangsung selama beberapa minggu.


http://pandjiwinoto.co.cc/wp-content/uploads/2009/04/180px-laticauda_colubrina_lembeh2.jpghttp://www.iyang.bravehost.com/n.binatang%20paling%20berbisa/index_clip_image011.jpg
6. Ular Laut
Ketakutan dasar manusia pada ular menempatkan spesies ini pada daftar hewan laut berbahaya. Namun pada kenyataannya ular laut ini hidup tersembunyi di laut dan tidak terlalu mengancam kehidupan manusia. Kendati begitu, racun ular ini tetap saja menjadi momok menakutkan. Dalam sekali gigitan, racun ular ini mampu melumpuhkan mangsa dan membunuhnya dalam hitungan detik.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPNJgs0UXnfhFkvgD7bY4xnmnGQ7M5-zM7i4WxV4nqpm-9sADTy1zla6RhxEtngX1_53Be6Tuj2z4oAvY8GEKjzz5rd8S69seGZna99Ikg-mprYB7bdrvyfm42TQyQEZjkZ1HwqP2235w/s320/puffer-fish-screensaver.jpg
7. Ikan Buntal
Racun mematikan bernama Tetrodotoxin (TTX) terkandung dalam ikan berbadan gendut ini. Racun yang lebih kuat dari sianida tersebut mengakibatkan kesulitan bernafas pada seseorang sebelum berujung pada kematian. Yang unik, sejumlah koki profesional di Jepang memisahkan bagian daging yang bisa dikonsumsi dari ikan buntal sebagai hidangan dengan cita rasa tinggi.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhanCjhQYQOxZZcUTFK6lO3xZwGpvFYo_TdHYz9NpJpwFCmXdKGQgeD-yL9UAO1QgXEFoGkDOFMqhjhZGVWO3yEE7oRqPQEgVMkY3Ne-rJ0vcqRzynBJ9mQgwrqLWlL-iuQ3w0J3SfeHiyC/s320/stonefish.jpg
8. Ikan Batu
Ada dua alasan mengapa ikan ini masuk daftar hewan berbahaya. Pertama, ini adalah ikan paling beracun sedunia. Yang kedua, ikan berbentuk batu ini sangat ahli dalam hal penyamaran. Walau termasuk ikan pasif yang jarang menyerang, jangan sekali-kali menginjaknya. Racun dari duri ikan batu dapat menyebabkan kelumpuhan sementara dan kematian jika tidak segera diatasi,


http://www.underwaterhangover.com/images/dsc_6582_45.jpg
9. Hiu Macan
Ikan hiu yang satu ini memakan segalanya. Sebut saja ikan, anjing laut, burung, cumi-cumi, hiu kecil, lumba-lumba, dan bahkan ban mobil pun akan dilahap oleh ikan bergigi tajam ini. Berdasarkan para ahli, hiu yang banyak hidup di daerah tropis ini dapat tumbuh sepanjang lima meter dengan bobot sekitar satu ton.


http://forwarding.files.wordpress.com/2009/02/box-jellyfish.jpg
10. Ubur-Ubur Kotak
Makhluk berbentuk seperti agar-agar ini sangat berbahaya. Dalam tiap tentakel spesies ubur-ubur kotak Australia, terdapat cukup racun untuk membunuh 60 orang. Tak hanya itu, racun mematikan ini bekerja dalam kecepatan mengerikan. Cukup tiga menit dan nyawa seseorang pun akan melayang. Selain spesies tersebut, terdapat pula spesies ubur-ubur kotak asal Portugal yang konon sengatannya terasa seperti sambaran petir.
Baca Selengkapnya - 10 Binatang Air Paling Berbahaya di Dunia

Selasa, 04 Oktober 2011

Rahasia Paus Selamat dari Kepunahan


Quantcast Kolaborasi antara peneliti dari University of California in Berkeley (UCB) dan Smithsonian Institution menemukan bahwa paus abu-abu berhasil melewati siklus pemanasan global dan pendinginan global di masa lampau karena mereka mengubah pola makan. Saat kehidupan mereka terancam, hewan ini menyantap makanan yang lebih bervariasi daripada biasanya. Ini membuat mereka mampu bertahan hidup dan terhindar dari kepunahan seperti banyak spesies hewan lain.
Dari penelitian, diperkirakan paus abu-abu (Eschrichtius robustus) telah menggunakan taktik pengubahan pola makan ini selama beberapa juta tahun belakangan. Meski bukti-bukti langsung yang didapat hanya mencakup 120.000 tahun terakhir, peneliti yakin kesimpulan ini berlaku pula di masa sebelumnya.
Sebagai informasi, makanan asli paus abu-abu adalah cacing dan sejenis amphipods yang tinggal di dasar laut. Namun, kini hewan itu mulai memakan krill dan ikan haring, sama seperti paus balin. “Strategi ini terbukti berhasil membuat mereka berevolusi dan bertahan terhadap pemanasan global,” kata David Lindberg, biolog dari UCB.
Temuan ini merupakan kabar gembira bagi paus abu-abu yang tampak memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap evolusi dibanding perkiraan sebelumnya.
“Ini bisa membuat mereka melewati perubahan iklim yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa abad ke depan yang ditandai dengan kenaikan ketinggian air laut sebanyak beberapa meter,” kata Nicholas Pyenson, kurator dari Smithsonian Institution. “Kelihatannya, paus abu-abu akan menjadi salah satu spesies yang akan berhasil melewati perubahan iklim yang akan datang,” ucap Pyenson. (National Geographic Indonesia/Abiyu Pradipa)
Baca Selengkapnya - Rahasia Paus Selamat dari Kepunahan

Senin, 03 Oktober 2011

Rare 'grander' marlin (1,119 pounds) caught in the Bahamas

By: Pete Thomas, GrindTV.com

After a marathon battle Dave Albury had alongside his team's boat a 1,119-pound blue marlin that shattered a 32-year-old Bahamas Billfish Championship series tournament record, and represents a new record for the Bahamas.

The remarkable catch also placed Albury, who lives in the Bahamas, into the elite club of fishermen to have landed a "grander," or a marlin weighing 1,000 pounds or more. Only a handful of granders are caught each year around the world.

Albury fought the marlin for 3 hours, 17-minutes during the the final Treasure Cay leg of the recently-completed BBC tournament series.

"When we saw the fish in the spread, we could not believe our eyes," Don McKinney, owner of the Fort Lauderdale-based Double dog, told the Florida Sportsman. "We scrambled to clear the light tackle and get the 80s in position just in time for the giant blue to crash the port short."

In other words, when the monstrous billfish surfaced and began to close on the lures being trolled behind the boat, the crew hurried to reel in the lighter lines to ensure that the marlin went after a lure attached to a heavier rod and reel.

Said Double Dog Capt. Jason Parker: "It was teamwork all the way, especially when it came to getting the fish into the boat. We quickly realized that we were going to have a difficult time getting the fish through the transom door. We rigged a 'come along' to keep the fish straight while everyone aboard pulled the monster fish aboard."

The catch helped propel Double Dog, which also released a smaller blue marlin and two white marlin, to victory in the three-day Treasure Cay event. It finished only sixth overall in the five-event series, but stole the spotlight at the end when it brought in the grander.

According to the Billfish Report, it's only the sixth grander ever caught in the Bahamas. For the sake of comparison, the International Game Fish Assn. lists as the all-tackle world record for Atlantic blue marlin a 1,402-pound specimen caught off Brazil in 1992. The all-tackle world record for a Pacific blue marlin is a 1,376-pounder caught off Kailua-Kona in 1982.

-- Image showing Dave Albury (gray shirt, with sunglasses) and teammates gathered around the prized catch is courtesy of the Bahamas Billfish Championship series
Baca Selengkapnya - Rare 'grander' marlin (1,119 pounds) caught in the Bahamas

Minggu, 02 Oktober 2011

UJUNG KULON HOTSPOT FISHING

Peta lokasi memancing di daerah Ujung Kulon - Pandeglang - Banten, disekitar area ujung kulon terdapat banyak tempat hotspot untuk memancing ikan-ikan besar seperti yang ada dalam gambar dibawah ini .

Dari arah utara ujung kulon terdapat area tempat memancing yang banyak dikunjungi para pemancing dari luar kota cilegon, seperti dari serang, tangerang, jakarta, bekasi dan bahkan dari bogor .

Pulau sebuku dan pulau sebesi ada di arah barat laut dari ujung kulon base fishing, dikedua lokasi ini anda akan dibuat bersimbah peluh karena tarikan ikan mamung (gerong simba), tenggiri, wahoo, jabrik (tuna) dan yang lainnya .


Di area base fishing juga banyak berkeliaran ikan-ikan kuwe gerong , wahoo , tenggiri , barakuda , bahkan kadang ada saja marlin nyasar .


Batu Mandi merupakan surganya ikan kuwe gerong yang ada dilokasi base fishing ujung kulon .



Karang Jajar juga merupakan lokasi surganya ikan-ikan monster kuwe gerong, yang banyak berkeliaran disekitar karang tersebut .



Di Karang Kereta inilah favorit dari semua hotspot yang ada di ujung kulon .

Baca Selengkapnya - UJUNG KULON HOTSPOT FISHING

Sabtu, 01 Oktober 2011

AMBERJACK, GREATER (Seriola dumerili)


AMBERJACK, GREATER

(Seriola dumerili)



(Risso, 1810); CARANGIDAE FAMILY

Found in the Indo Pacific around Japan, China, and the Philippines, in the central Pacific off Hawaii, throughout the western Atlantic Ocean, in portions of the eastern Atlantic Ocean (Madeira and southern and western Africa), and in the Mediterranean Sea in tropical and warm temperate waters. It is found mainly near the surface in open waters, but can be found at considerable depths and around off shore reefs, wrecks, buoys, etc.

The greater amberjack often have a distinctive olive colored bar from the snout through the eye, to the beginning of the dorsal fin and a broad amber colored stripe running horizontally along the flanks. The amber stripe often causes anglers to confuse this species with the yellowtails. However, the greater amberjack can be distinguished from other related species by the gill raker count; greater amberjack over 8 inches long have only 11 16 developed gill rakers on the lower limb of the first branchial arch (the count may be higher in smaller specimens), whereas yellowtails have 21 28.

The rainbow runner has small separate finlets behind the dorsal and anal fins which are lacking in amberjacks. Greater and lesser amberjacks can be separated by counting the total gill rakers; 23-26 are found in lesser amberjacks and 11-19 in the greater.

The greater amberjack is the largest of the jacks and the most sought after by sport fishermen because of its qualities as a game fish. It strikes fast, fights hard and often dives for the bottom. Frequently when one amberjack is brought to the boat, others will follow it to the surface. Fishing methods include trolling near the surface with lures, spoons, plugs, jigs or strip baits, and also live bait fishing. Many incidental catches of amberjack are made while fishing the bottom for snappers and groupers.

The amberjack is high on the list of 300 or more species of tropical marine fishes suspected of causing ciguatera poisoning.







Baca Selengkapnya - AMBERJACK, GREATER (Seriola dumerili)