Dulu saya sewaktu kecil masih duduk dibangku sekolah dasar, saya sudah mulai memancing, tapi yang saya pancing bukan ikan disungai atau di empang, tapi saya suka mancing belut disawah, dipematang sawah yang biasanya banyak terdapat lubang belut .
Saya suka berangkat sendiri saja tapi kadangkala bersama teman se asrama tentara, selepas pulang sekolah saya terus ganti baju dan makan siang bersama adik -adik saya, kadangkala juga adik saya suka ikut mancing belut ke sawah .
Setelah selesai makan biasanya saya langsung bermain dahulu bersama teman se asrama tentara, saya suka bermain gambaran dengan taruhan ya gambaran itu tadi, sedangkan permainan yang biasa anak - anak sukai itu permainan kyu - kyu atau 99, sepuas main gambaran saya langsung pulang ke rumah menyiapkan alat pancing belut, bentuk alat pancingnya juga sangat sederhana sekali, maklum buatan sendiri oleh anak yang masih kecil, karena pada waktu itu saya baru berumur sekitar 10 tahun .
Maka berangkatlah saya seorang diri dengan berbekal satu set alat pancing belut, sayapun berangkatnya kira - kira jam 14 : 00 siang, sedangkan tempat lokasi mancingnya tidak seberapa jauh, cuma satu kilometer saja, kalau saya jalan kaki itu cuma membutuhkan waktu 10-15 menit dari rumah saya .
Sesampainya dilokasi mancing atau diarea persawahan, saya langsung mencari umpan memancing belut, umpan favorit saya waktu itu adalah anak katak kecil ( kata orang jawa bilang "percil" ) karena belut sangat suka dengan anak katak yang masih kecil, setelah mendapat cukup banyak umpan, sayapun langsung beraksi dengan jurus standar saya waktu itu, anak katak yang buat umpan saya ambil dari kaleng bekas susu bendera, yang saya pakai untuk menyimpan umpan itu sudah saya siapkan dari rumah .
Dan mulailah saya beraksi pasang umpan dengan cara mengaitkan mata kail pada pantatnya anak katak tadi, setelah terkait langsung saya cari lubang belut yang biasa banyak terdapat di pematang sawah, nah...!!! dapat sekarang lubangnya agak besar, pasti belutnya juga besar kata pikir saya .
Saya langsung masukkan pancing yang sudah terpasang umpannya ke lubang belut tadi dan saya juga mulutnya tidak mau ketinggalan ikut meramaikan suasana, saya sambil bunyi chekk..chekk...chekk...chekk....-> terus sampaiada tarikan dari dalam lubang belut tadi .
Tak terasa bunyi chekk..chekk...chekk...sudah terlalu lama sampai saya lupa konsentrasi mancing..!, tahu-tahu pancing saya langsung ditarik dari dalam sana dengan tenaga yang kuat sekali, sayapun berusaha untuk menahannya dengan sekuat tenaga saya, lama sekali belut belum mau saya angkat keluar dari dalam lubangnya, setelah tarik tahan sebanyak tiga kali baru belut itu mau menyerah dan langsung saya angkat keluar sekalian saya banting-bantingkan dipematang sawah sampai belut lemas tak bergerak, dan langsung saya ikat dengan tali, saya bawa sambil cari sasaran berikutnya .
Yah...!!! kira-kira sudah jam 17 : 00 sayapun kembali pulang kerumah dengan membawa tiga ekor belut dengan ukuran yang berbeda-beda, sambil berjalan santai karena kepanasan, kecapaian dan akhirnya sayapun sampai dirumah .
BUAT PEMBACA YANG MASIH ANAK-ANAK SAYA HARAP HAL SEPERTI INI JANGAN DITIRU YA...! , TAKUTNYA NANTI ORANG TUA ADIK-ADIK MARAH SEKALI .
Baca Selengkapnya - MANCING BELUT DISAWAH
Saya suka berangkat sendiri saja tapi kadangkala bersama teman se asrama tentara, selepas pulang sekolah saya terus ganti baju dan makan siang bersama adik -adik saya, kadangkala juga adik saya suka ikut mancing belut ke sawah .
Setelah selesai makan biasanya saya langsung bermain dahulu bersama teman se asrama tentara, saya suka bermain gambaran dengan taruhan ya gambaran itu tadi, sedangkan permainan yang biasa anak - anak sukai itu permainan kyu - kyu atau 99, sepuas main gambaran saya langsung pulang ke rumah menyiapkan alat pancing belut, bentuk alat pancingnya juga sangat sederhana sekali, maklum buatan sendiri oleh anak yang masih kecil, karena pada waktu itu saya baru berumur sekitar 10 tahun .
Maka berangkatlah saya seorang diri dengan berbekal satu set alat pancing belut, sayapun berangkatnya kira - kira jam 14 : 00 siang, sedangkan tempat lokasi mancingnya tidak seberapa jauh, cuma satu kilometer saja, kalau saya jalan kaki itu cuma membutuhkan waktu 10-15 menit dari rumah saya .
Sesampainya dilokasi mancing atau diarea persawahan, saya langsung mencari umpan memancing belut, umpan favorit saya waktu itu adalah anak katak kecil ( kata orang jawa bilang "percil" ) karena belut sangat suka dengan anak katak yang masih kecil, setelah mendapat cukup banyak umpan, sayapun langsung beraksi dengan jurus standar saya waktu itu, anak katak yang buat umpan saya ambil dari kaleng bekas susu bendera, yang saya pakai untuk menyimpan umpan itu sudah saya siapkan dari rumah .
Dan mulailah saya beraksi pasang umpan dengan cara mengaitkan mata kail pada pantatnya anak katak tadi, setelah terkait langsung saya cari lubang belut yang biasa banyak terdapat di pematang sawah, nah...!!! dapat sekarang lubangnya agak besar, pasti belutnya juga besar kata pikir saya .
Saya langsung masukkan pancing yang sudah terpasang umpannya ke lubang belut tadi dan saya juga mulutnya tidak mau ketinggalan ikut meramaikan suasana, saya sambil bunyi chekk..chekk...chekk...chekk....-> terus sampaiada tarikan dari dalam lubang belut tadi .
Tak terasa bunyi chekk..chekk...chekk...sudah terlalu lama sampai saya lupa konsentrasi mancing..!, tahu-tahu pancing saya langsung ditarik dari dalam sana dengan tenaga yang kuat sekali, sayapun berusaha untuk menahannya dengan sekuat tenaga saya, lama sekali belut belum mau saya angkat keluar dari dalam lubangnya, setelah tarik tahan sebanyak tiga kali baru belut itu mau menyerah dan langsung saya angkat keluar sekalian saya banting-bantingkan dipematang sawah sampai belut lemas tak bergerak, dan langsung saya ikat dengan tali, saya bawa sambil cari sasaran berikutnya .
Yah...!!! kira-kira sudah jam 17 : 00 sayapun kembali pulang kerumah dengan membawa tiga ekor belut dengan ukuran yang berbeda-beda, sambil berjalan santai karena kepanasan, kecapaian dan akhirnya sayapun sampai dirumah .
BUAT PEMBACA YANG MASIH ANAK-ANAK SAYA HARAP HAL SEPERTI INI JANGAN DITIRU YA...! , TAKUTNYA NANTI ORANG TUA ADIK-ADIK MARAH SEKALI .













Beberapa ikan warna-warni nampak saling berkejaran. Sebagian bersembunyi dibalik terumbu karang hidup. Dengan jenis berbeda-beda seakan menghipnotis dan membawa kita ke negeri dasar laut.
Jenis ikan yang ada pun berbagai jenis. Dari ikan air tawar hingga ikan yang hidup di laut pun ada. Seperti stand milik Ica, disini menyediakan berbagai macam ikan hias air laut. “Disini ada sekitar 1000 spesies,” ungkapnya pada surabayatraveler.com.
Selain itu, tentu air yang dipakai adalah air laut. Air ini harus diganti setiap tigaminggu sekali untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan ikan. Tujuan lain adalah untuk menghadirkan suasana habitat asli ikan, yaitu suasana laut. Sehingga Anda pun dapat menambahkan hiasan karang didalam kolam.
Di tempat ini juga menjual pakan ikan, karang sebagai hiasan kolam hingga air lautnya. Ica menghargai air laut sebesar Rp 150 per liternya. Sedangkan ikan-ikan tersebut dihargai Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung jenis atau spesies yang dibeli.














Comments Feed